Alhamdulillah, di pagi yang cerah di suasana yang sejuk, di sebuah sekolah SMA di Kabupaten Tangerang, hari ini saya bisa share dengan siswa kelas XII IPA/IPS. Tema yang kita bicarakan adalah "UN, Siapa Takut ???!, Spirit dan Inspirasi Menjelang Ujian Nasional. Ya, tepatnya di SMAN 19 Kabupaten Tangerang, saya dan kurang lebih 265 siswa berkolaborasi, berbagi semangat dan inspirasi untuk sukses, bukan hanya UN namun juga sukses hidup dan pasca hidup di dunia (akhirat).
Hidup adalah perjuangan
Hari ini harus lebih baik daripada kemarin agar terkategori beruntung
Jangan berhenti memperbaiki diri
Hidup adalah pilihan maka kerjakan dan lakukan yang terbaik.
Man Jadda wa Jadda
Hidup adalah pilihan maka kerjakan dan lakukan yang terbaik.
Jangan hanya biasa, jadilah yang terbaik
Jadikan hari ini yang terbaik dalam hidupmu
Long life education
Tidak ada orang hebat, yang ada adalah mereka yang terlatih
Sabtu, 29 Maret 2014
UN, Siapa Takut ???
Alhamdulillah, di pagi yang cerah di suasana yang sejuk, di sebuah sekolah SMA di Kabupaten Tangerang, hari ini saya bisa share dengan siswa kelas XII IPA/IPS. Tema yang kita bicarakan adalah "UN, Siapa Takut ???!, Spirit dan Inspirasi Menjelang Ujian Nasional. Ya, tepatnya di SMAN 19 Kabupaten Tangerang, saya dan kurang lebih 265 siswa berkolaborasi, berbagi semangat dan inspirasi untuk sukses, bukan hanya UN namun juga sukses hidup dan pasca hidup di dunia (akhirat).
Senin, 25 November 2013
Materi Protista
Berikut ini materi tentang protista, silakan di download untuk belajar. semoga bermanfaat. Saran masukan silakan ditulis di kolom komentar, salam sukses.
DOWNLOAD DISINI
DOWNLOAD DISINI
Materi Bakteri
Berikut ini link untuk download materi bakteri, silakan untuk belajar. Saran dan masukan silakan dituliskan di kolom komentar. terima kasih, semoga sukses.
KLIK DISINI
KLIK DISINI
Selasa, 19 November 2013
Setiap Anak Hebat
Jangan ada lagi anggapan bahwa anak kita
bodoh, tidak cerdas dan tidak berbakat manakala nilai rapor matematika
atau sainsnya jeblok atau ketika prestasi akademiknya tidak
menggembirakan. Tak dipungkiri, bahwa prestasi akademik, masih menjadi mindset keliru dalam menentukan cerdas atau tidak seseorang.
Bakat dan talenta bila dikelola dengan
baik akan menghasilkan produk luar biasa, kesuksesan dan eksis di
bidangnya. Itu karena, Allah SWT menciptakan manusia sosok paling sempurna (QS:At-Tiin; 4). dan menciptakan manusia dalam keragaman baik golongan suku dan bangsa (QS Al Hujuraat: 13).
Hal ini mengisyaratkan bahwa sebagai makhluk sempurna, manusia dilahirkan sekaligus dianugrahi kecerdasan dan bakat berbeda-beda sebagai bekal hidupnya.
Lingkungan dan sentuhan sekelilingnya akan memoles sehingga bakat itu
dapat terkelola menjadi investasi menguntungkan dirinya atau tidak.
Pakar psikologi, Howard Gardner dalam buku terkenalnya, Frime of Mind, memaparkan pandangannya tentang kecerdasan berganda (multiple-intelligence) yang revolusioner. Gardner menolak terhadap pandangan mengenai IQ (intelligence quotient) yang sejak awal abad ke-20 dipakai sebagai satu-satunya alat ukur kecerdasan monolitik.
Kekurangan tes IQ
adalah menyamakan logika dengan kecerdasan keseluruhan, padahal logika
hanyalah salah satu bentuk pemikiran. Menurutnya, paling tidak ada tujuh
sprektrum kecerdasan utama membekali seseorang untuk meraih sukses,
yaitu : kecerdasan linguistik, visual-spasial, matematika-logika, musik,
kinestetis, interpersonal dan intrapersonal.
Sedangkan jika menurut konsep STIFIn,
manusia di bagi dalam 5 mesin kecerdasan, yakni Sensing, Thinking,
Intuiting, Feeling, dan Insting. So, yang manakah Anda?
Ingin test kemampuan Anda?
Selasa, 20 Agustus 2013
Hati Hati Saat Refleks
Gerak merupakan pola
koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantar impuls oleh
saraf.Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula garak yang
terjadi tanpa di sadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui
jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensoris di bawah ke otak untuk
selanjutnya diolah oleh otak kemudian hasil olahan oleh otak berupa tanggapan,
di bawah oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh
efektor.
Gerak refleks berjalan sangat cepat dan
tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol
dari otak. Jadi dapat di katakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak
atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip,
bersin, atau batuk. (infokedokteran.com)
Dalam kehidupan
sehari-hari seharusnya kita berharap agar kita berbuat hal yang baik dengan
cepat sebagaimana gerak reflek dan gerak sadar apabila menjalalankan hal yang
kurang baik, dan segera sadar bahwa pekerjaan dan perbuatan itu buruk serta
bergegas berubah menjadi lebih baik.
Para pakar
menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk menjadikan perbuatan itu reflek dalam
setiap diri manusia adalah dengan cara MEMBIASAKAN/HABBITS. Jika kita berharap
perbuatan baik terbiasa yang kita lakukan, maka berbuat baiklah secara kontinu,
berulang sehingga terbentuk kebiasaan. Namun sebaliknya, bila kita terbiasa
melakukan hal yang kurang baik, maka akan terbentuk dalam diri tanpa disadari
sudah menjadi kebiasaan buruk.
Seorang anak yang
terbiasa peka dan peduli dengan temanya, maka akan terbentuk sikap responsif
dan segera tanggap apabila ada temannya membutuhkan bantuan, pertolongan dan
sebagainya. Seseorang yang terbiasa berzikir, mengingat Alloh SWT ketika
terjadi hal-hal yang mengagetkan dia, maka yang keluar dari mulutnya adalah
kata kata kebaikan. Maka jika ada orang yang kaget, namun secara reflek
mengeluarkan kata-kata jelek dari mulutnya, maka kemungkinan besar dari
aktifitasnya sering membiasaakan mengucapkan kata-kata jelek saat dia sadar.
So, hati-hati saat
Anda berada dalam gerak reflek, gerak yang tidak Anda sadari. Memang gerak ini,
perbuatan ini tanpa kontrol Anda, namun ingat bisa di “setting” dengan sebuah
kebiasaan. Semoga kita terbiasa menjalankan perbuatan, perkataan yang baik dan
bermanfaat, sehingga saat terjadi gerak reflek maka kebaikan yang kita dapatkan
bukan sebaliknya...
Minggu, 11 Agustus 2013
Idul Fitri: Momentum untuk Kembali ke Ketaatan Sejati
![]() |
Seusai shaum Ramadhan, disyariatkan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari penuh kegembiraan. Wajarlah kaum Mukmin merasa gembira pada saat hari raya tersebut. Namun, kegembiraannya bukanlah karena pesta dan hiburan; bukan pula karena telah bebas dari kungkungan puasa. Sebab, kebahagian seperti itu merupakan kebahagiaan yang lahir dari keterpaksaan, atau setidaknya, bahagia jauh dari kewajiban. Kebahagiaan yang ada adalah kebahagiaan karena telah berhasil menunaikan salah satu kewajiban dan kesiapan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban berikutnya. Kebahagiaan tersebut lahir dari:
Pertama, harapan akan bertemu dengan Allah Swt. penuh rasa senang, gembira, dan bahagia. Puasa yang telah dijalaninya dengan baik akan mengantarkannya untuk memperoleh kebahagiaan tersebut, bukan kebahagiaan sehari saat Idul Fitri semata, melainkan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak. Kebahagiaan demikian dilandasi oleh sabda Rasulullah saw.:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Bagi orang yang puasa ada dua kebahagiaan yang membahagiakannya. Ketika berbuka (termasuk berbuka pada saat Idul Fitri, pen.) ia bahagia dan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya ia pun bahagia karena puasanya itu (HR al-Bukhari).
Kedua, kebahagiaan akan ampunan dari Allah Swt. yang diberikan kepadanya. Shaum dan qiyâmul lail yang telah ia lakukan penuh kesungguhan diyakini akan menjadi wasilah diampuninya dosa. Allah Swt. berjanji untuk memberikan ampunan tersebut. Rasulullah saw. menegaskan:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa saja yang mendirikan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap (balasan Allah Swt.) niscaya diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu (HR al-Bukhari).
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ احْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan shaum Ramadhan dan aku telah mensunnahkan salat malamnya (tarawih). Karena itu, siapa saja yang shaum Ramadhan dan melaksanakan qiyâm Ramadhan dengan mengharap (ridha Allah SWT) niscaya ia akan keluar dari dosa-dosanya laksana hari ia dilahirkan ibunya (HR Ahmad).
Allah SWT berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS al-Baqarah [2]: 183).
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang menunaikan puasa dengan benar sejatinya menjadi orang yang bertakwa, yakni orang yang memelihara dirinya dari kemaksiatan. Sebab, puasa itu mematahkan syahwat sebagai pangkal kemaksiatan (Lihat: Tafsîr Jalalayn). Karenanya, kata Imam al-Qurthubi, dalam tafsirnya, puasa menyebabkan ketakwaan.
Berdasarkan hal tersebut maka Idul Fitri atau Lebaran tersebut harus dipandang sebagai kelahiran kembali orang-orang yang mendapatkan ampunan dari Allah Swt. dan menjelma menjadi orang bertakwa. Lebaran bukanlah akhir dari ketaatan, melainkan awal dari ketakwaan baru. Karenanya, Lebaran akan bermakna hanya jika setiap Muslim menampakkan ketakwaan tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Di antara aktivitas yang lahir dari ketakwaan dan akan menjadikan Idul Fitri bermakna tersebut adalah:
1. Lebih taat kepada Allah Swt. setelah Ramadhan.
2. Memelihara amalan-amalan rutin Ramadhan. Shaum, shalat, zikir, sedekah, membaca dan mengkaji al-Quran, shalat berjamaah, istighfar, bangun malam, memperbanyak amalan sunat, dan aktivitas lain yang selama ini dilakukan pada bulan Ramadhan dilakukan pula di luar Ramadlan. Semangat untuk taat pada bulan Ramadhan tetap dikobarkan setelah itu. Karenanya, semangat dalam mencegah diri dari perbuatan maksiat anggota tubuh (mata, telinga, lisan, tangan, kaki) serta akal dan hati, keikhlasan, kesabaran, keistiqamahan, semangat jihad fi sabîlillâh, dan semangat dakwah akan terus menyala bahkan nyalanya lebih besar lagi sejak Lebaran.
3. Lebih meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah.
4. Lebih meningkatkan upaya mengetahui hukum-hukum Allah Swt. dengan cara menuntut ilmu. Setiap Muslim yang berharap Lebarannya lebih bermakna akan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang hukum Allah Swt.
5. Lebih giat berdakwah. Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Tidak mungkin petunjuk itu sampai bila tidak didakwahkan. Atas dasar inilah dakwah merupakan karakter kaum Mukmin.
6. Terus bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (tawbatan nashûhâ). Sekalipun Allah Swt. menjamin mengampuni orang-orang yang benar-benar puasa Ramadhan, kaum Mukmin tidak akan terlena dengan itu. Mereka tetap bertobat sebagai salah satu karakter orang bertakwa, seperti tercantum dalam firman Allah Swt.:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka; siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (QS Ali Imran [3]: 135).
Sekali lagi, hasil dari Ramadhan adalah ketakwaan. Apabila sikap pasca Ramadhan tidak menunjukkan meningkatan ketakwaan, maka kita patut merenungkan sabda Rasulullah saw.:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ اْلجُوْعِ وَ اْلعَطَشِ
Banyak di antara orang yang berpuasa tetapi hasilnya hanya lapar dan dahaga (HR Ibn Huzaimah).
Walhasil, orang yang akan mendapatkan makna Lebaran sebenarnya adalah orang yang berhasil meraih ketakwaan dengan puasanya itu. Tanpa takwa, Lebaran hanyalah sebuah kehampaan. Sebab, Idul Fitri bukanlah diperuntukkan bagi orang yang mengenakan pakaian baru, tetapi dipersembahkan bagi orang yang ketaatannya bertambah. Singkatnya, Idul Fitri sejatinya membawa setiap Muslim kembali ke ketaatan sejati. [] abi
Minggu, 09 Juni 2013
Nilai UKK (MURNI) Biologi Terapan (Budidaya Tanaman) SMAN 4 Tangsel
Berikut ini nilai MURNI Ulangan Kenaikan Kelas, Biologi Terapan Budidaya Tanaman. Perlu diketahui bahwa nilai ini belum dimasukkan indikator lain seperti nilai tugas dan ulangan harian sehingga menjadi nilai raport. Oleh karenya mohon bagi yang belum melengkapi nilai tugas, dan yang lain, segera di lengkapi.
| XI IPA2 | XI IPA3 | |||
| ADITYA PRATAMA PUTRA | 90 | AFRIAN JAYA NEGARA | 90 | |
| ALFINATUL JANNAH | 88 | ARIF RAHMAN ARDIANSYAH | 83 | |
| ANIL IMRA | 90 | ATIKA INDAH FITRIYANI | 95 | |
| ANITA UTOMO | 90 | BUNYANNAH ANA PUTRI | 75 | |
| ANNISA NUR HIKMAH | 95 | DESTRIYANI | 95 | |
| AYUGA BUDI YULIA | 78 | DIAH RACHMAWATI PUTRI | 93 | |
| AZZAHRA AGIDIA LARASATI | 88 | DIAN NURLITA | 90 | |
| BAGAS ATMAJA PRAYITNA | 83 | ERISA SUCI SAFITRI | 98 | |
| BAGUS SUHARYANTO | 88 | FIRDA NOVIANA | 70 | |
| DARA AYU APRILIA ASOKAWATI SIREGAR | 95 | HANNY AYU FAIZA HANUM | 78 | |
| DENI HERMAWAN | 95 | INDI LIES RAMADHINIA | 80 | |
| EGITA ARUMSARI | 90 | ISTI FANYA SAKINAH | 75 | |
| GITA NOVI ARIANI | 95 | KARIMAH ZAUDATUL AFKARIAH | 75 | |
| HESTI LUTFIYANI | 95 | MAY SRIYANTI TURNIP | 73 | |
| HESTIAWATI | 98 | MOHAMAD KHADAFI | 60 | |
| HIRZI KARAMI | 88 | MUHAMMAD AFIFFUDDIN | 68 | |
| LIANDITA REVA UTAMI | 95 | MUHAMMAD IMAN FADHLILLAH | 85 | |
| LIKE REFELIKA DEWI | 93 | NUR WULAN SEPTIANI | 88 | |
| MOHAMAD IQBAL FARDULLAH | 90 | NURAINI LARASATI | 98 | |
| MUHAMMAD ARIQ IRFAN | 85 | PURI WULAN NURJANAH | 90 | |
| MUHAMMAD RIFKI SULISTIAWAN | 90 | PUTRI ELENA SAFITRI | 85 | |
| MUHAMMAD TAUFIK HIDAYAT | 83 | RETNO AYU SUNDARI | 78 | |
| MUKHAMMAD FAISHAL AZIZ | 75 | RYAN ARDANI | 90 | |
| NAUFAL FIYAN WIBISANA | 90 | SANUSI BACHTIAR | 90 | |
| PUTRI CITRA PRATAMA | 83 | SATRIYANTO | 88 | |
| RAFELA HIKMAHTIAR | 80 | SHABRINA BADZLINA | 85 | |
| RIDHA RAHMAWAN PUTRA | 88 | SITI FATIMAH | 98 | |
| ROSY HARDI YANTI | 95 | SYAIFUL HUDA | 95 | |
| SELFI NURYANTI | 95 | SYARLIN INTAN SAFITRI | 95 | |
| SONYA SARAH DEVI | 88 | SYIFA MAULUDINA | 80 | |
| SRI KHAEMATUN | 93 | TEGUH PRATAMA YUDHA | 83 | |
| ZAZA AMALINA | 100 | |||
| XI IPA 4 | XI IPA 5 | |||
| ADITYA PRATAMA PUTRA | 88 | ABIMANYOE GOESTI WIDIANTORO | 88 | |
| ALDA TRIDES ARROFIE | 45 | AGUSTIN FARAH SHIDQIYAH | 90 | |
| AULIA ANJANI PERTIWI | 90 | AMALIA RIZKIYATI | 88 | |
| AZIZAH AMANI | 75 | ANA LESTARI | 90 | |
| CANDRA ADI NUGRAHA | 73 | ASYRAFI AWFA | 90 | |
| CHRISTIAN IMMANUEL GARRY T. | 98 | AURELIANI HANDAYANI SYARIFUDDIN | 85 | |
| DESTRI NUR'AMALIA SHOLEHAH | 85 | BUDI ARIYANTO | 80 | |
| DIAN CITRA UTAMI | 60 | DENY ULFA EKAYANTI | 85 | |
| EKA APRILIANTI | 93 | DINDA HERDIAWATI | 93 | |
| FACHRY NURDIANSYAH | 75 | FAUZAN SANTOSO | 85 | |
| FAISA RIZA | 73 | FILDZA MARHA | 80 | |
| HAVIDZ FAJAR AULIA | 85 | HARUN AL RASYID ABADI | 78 | |
| KARTIKA APRILIA | 73 | KARIZA BELLA PUTRI | 88 | |
| LAVINA CIKA MARDA | 93 | LARASATI NURAINI | 90 | |
| LELA DWI UTARI | 75 | LIDYA SEPTI SETYOWATI | 90 | |
| MELINA ELSANUGIA | 85 | MIA AMELIA INDRIANI | 90 | |
| MELITA AMALIA | 80 | MOHAMMAD RIZQI | 83 | |
| NATHARIA PENTA ARYANI BR BANGUN | 90 | MUHAMAD RIZKI NURROHMAN | 90 | |
| NUR HAYATI | 58 | MUHAMMAD RIZKY ARDHI | 85 | |
| NURMALASARI BORU PANGGABEAN | 83 | NUR AFNI HANDAYANI | 98 | |
| NURUL ADINIYATI | 85 | NURUL AISYAH PATUPPU SOLO | 93 | |
| PUTRI LARASHATI | 88 | REYZA DWI FAJAR MULIA | 93 | |
| R. ENGGAR RAHMAN NIFAIQ | 85 | REZA FAHLEVI | 95 | |
| RATIH DWI SEPTIANI | 93 | RIZKI RULITA PUTRI | 100 | |
| RIDHWAN AMIR ALDIN AL AFGHANI | 90 | SHARAH NOVELA PUTRI | 90 | |
| SRI WAHYUNI PUTRI WULANDARI | 85 | SHINTA LOVIANA PUTRI | 88 | |
| TIO KORY MEGANTARA | 93 | SIFA AJI TIARANTI | 93 | |
| USWATUN KHASANAH | 95 | SORAYA ANDRIANI | 93 | |
| VIBI DWI RAHAYU | 83 | TRY MAULANA SHIDIQ | 88 | |
| VIKA NISAULFAJRI | 85 | VINDA ROSALIA | 93 | |
| CHRISTOPER | 93 | ZAHROTU FITRIANA MAHAWATI | 90 | |
| ZULFI ARDIANSYAH | 90 | |||
| XI IPS 1 | XI IPS 2 | |||
| ADETIA WIJAYANTI | 88 | ADITYO WIJAKSONO | 75 | |
| AGUNG PRIYO SEMBODHO | 93 | ANGGUN SUJIANGGRAENI | ||
| ANDI IHSAN ADYTAL | 88 | AYUDINA DWI AVELIA ADHI | 80 | |
| ARDIAN SETIANTO | 75 | CANDRA ALDI PUTRA | 73 | |
| ASSAFAR IBNU HARTAS | 78 | CYNTHIA AULIA | 60 | |
| DIMAS ADHIE PRADANA | 90 | DIMAS SUMANJAYA | 60 | |
| DIO PRATIKO | 85 | EKAH RAHMATILAH | 80 | |
| DIPO AHMAD HAREL | 83 | FACHRUL RAMADHANI | 85 | |
| ERIK MAUDI | 80 | FAJAR RIZKY SOEANDI | 83 | |
| ERRY RIANTA | 80 | FARHAN ALWANIYANA | 88 | |
| FADHIIL DZAKWAN QUSHOYYI | 80 | FEBRIANA PUTRI RAHMAWATI | 68 | |
| FAMILIAR AGNA PUTRA | 85 | GENTHAR RIDHO YUSTIARNA | 73 | |
| GHENASTY | 88 | HANA NISRINA | 78 | |
| GITA NURUL FADILLAH | 93 | HASBIALLAH | 85 | |
| INTAN FADHILLA | 93 | IHYAK ULUMUDIN | 88 | |
| IRFAN MAULANA | 88 | MOCH. AULIA RAHMAN | 88 | |
| KIAN WIDAYADI | MONA OKTAVIA | 35 | ||
| KYEKA DARMAWANTO | 88 | MUHAMMAD DIMAS SATRIYO | 55 | |
| MIRZA EDI SYAHPUTRA | 85 | MUHAMMAD ISNAINI P. A | 75 | |
| MUHAMAD YUNUS | 85 | PIRARYDIO TASSO | 78 | |
| MUHAMMAD ARIF FADILLAH | 80 | PUTRI RACHMANINGSIH | 65 | |
| MUHAMMAD RIDWAN ALI | 88 | RADEN MAS MUHAMMAD PANJI ASMORO | ||
| MUHAMMAD RIZKY ISMAN | 85 | REKA FARADILLAH | 60 | |
| NOVITA SARI | 80 | RISKI SETIONO | 78 | |
| RAHMAN SAFI'I | 83 | RIZKY NUGROHO | 65 | |
| RIDHO ANDIKA PRATAMA | ROSITA | 73 | ||
| ROMMY SUHARTO | 83 | SEPTIAN EKA NUGROHO | 73 | |
| SARAH MAHARANI PUTRY | 88 | TIARA ALFIONISSA | 75 | |
| SITI HAWA SOLEHA | 63 | VEBBY SASTATHIA ELLANDA | 65 | |
| TANIA RANI | 88 | WANDA PURWO WIDODO | 63 | |
| VREDY SANTOSO | 83 | YOGI RESTU APRIADI | 70 | |
| WIDRI ANJANI | 80 | CUT FAILA SUFAH DARRASSA | 68 | |
| XI IPS 3 | XI IPS 4 | |||
| AJENG MUSTIKA SARI | 85 | ALINA OKTAVIANI | 70 | |
| BESAR SETIYAWAN | 78 | ANJAR SUTIONO | 68 | |
| DEJAN HARPAN PANGESTU | 88 | ARI DWI PURNOMO | 75 | |
| DIANA SEPTIANI | 73 | DEA ADINDA WIJAYA | 75 | |
| ERY DWI SUTEJO | 80 | DHIFAF SYAFIQAH RIANTO | 68 | |
| FATMAWATI RESTU BINTARI | 83 | DIAH AYU SUSARAH | 73 | |
| FERDIAN RAMADHON | 78 | DICKY PUTRA SADEWA | 78 | |
| FERLY JULIANSYAH | 78 | DIMAS AKBAR DMIROZ | 88 | |
| HOKY SAKTI PANDAWA | 73 | DINI FITRIYANTI | 83 | |
| ICHDA PUTI MAS'A | 83 | DWI ZAHARA PUTRI | 73 | |
| ILYAS FADILLAH | 80 | FACHRUL ULLUM RAMADHAN | 85 | |
| JIHAN JULIANA | 75 | FAJARINA SYAFITRI | 85 | |
| JUL HANSYAH | 80 | FAZNA MUMTAZI | 73 | |
| KADEK VICO OKTOVAMIKA | 93 | FIQY NURHIDAYAT | 90 | |
| MOCHAMMAD RIZQI HADIWIBOWO | 78 | HILMA TANIA | 90 | |
| MOHAMMAD INDRA RIZKY CHUMAIDI | 73 | IHSAN BAGAS PRAKARSA | 75 | |
| MUHAMMAD RAVI ERLANGGA | 90 | IMAM FADILAH | 83 | |
| MUHAMMAD TAZUL ARIFIN | 83 | IQBAL PRASETIO | 83 | |
| RAHMI PUTRI | 73 | JUN RIZQI ABDILLAH | 80 | |
| RIAN HIDAYAT HASIBUAN | 68 | LANA SUCIYANTO | 85 | |
| RICKO DWI NUGROHO | 78 | MOHAMMAD ILHAM | 75 | |
| RIZKY ROBIATUL ADAWIYAH | 73 | MUHAMMAD EGY SAPUTRA | 80 | |
| ROBI ZULKARNAIN | 90 | MUHAMMAD IKHSAN | 78 | |
| ROMIE CABELLO | 95 | MUHAMMAD ZHAFARIAN | 78 | |
| SARAH NUR HIKMAH | 93 | PUJI LESTARI | 75 | |
| SATRIA AKBAR DIFA | 88 | RIFQI ABDILLAH | 75 | |
| SEPTIANA KUSUMA DEWI | 78 | SAHAT BOLAK PARSAULIAN NAINGGOLAN | 63 | |
| TITAH SEPTIA DWI WARDANI | 78 | SHABRINA NUR LAILANI | 78 | |
| VICKY INDRASTA | 83 | SYAHRUL ARAFAH | 68 | |
| VRILISYA WIDYA SARAH | 85 | VITRI ARDIANTI | 68 | |
| ZELLIN STEPHANI SAUNUNU | 78 | VIVALDI LIMAN | 68 | |
| YUFENTUS | 83 |
Langganan:
Postingan (Atom)
















