Hidup Sehat Alami

Hidup adalah perjuangan

Hari ini harus lebih baik daripada kemarin agar terkategori beruntung

Jangan berhenti memperbaiki diri

Hidup adalah pilihan maka kerjakan dan lakukan yang terbaik.

Man Jadda wa Jadda

Hidup adalah pilihan maka kerjakan dan lakukan yang terbaik.

Jangan hanya biasa, jadilah yang terbaik

Jadikan hari ini yang terbaik dalam hidupmu

Long life education

Tidak ada orang hebat, yang ada adalah mereka yang terlatih

Sabtu, 29 Maret 2014

UN, Siapa Takut ???


Alhamdulillah, di pagi yang cerah di suasana yang sejuk, di sebuah sekolah SMA di Kabupaten Tangerang, hari ini saya bisa share dengan siswa kelas XII IPA/IPS. Tema yang kita bicarakan adalah "UN, Siapa Takut ???!, Spirit dan Inspirasi Menjelang Ujian Nasional. Ya, tepatnya di SMAN 19 Kabupaten Tangerang, saya dan kurang lebih 265 siswa berkolaborasi, berbagi semangat dan inspirasi untuk sukses, bukan hanya UN namun juga sukses hidup dan pasca hidup di dunia (akhirat).

Senin, 25 November 2013

Materi Protista

Berikut ini materi tentang protista, silakan di download untuk belajar. semoga bermanfaat. Saran masukan silakan ditulis di kolom komentar, salam sukses.
DOWNLOAD DISINI

Materi Bakteri

Berikut ini link untuk download materi bakteri, silakan untuk belajar. Saran dan masukan silakan dituliskan di kolom komentar. terima kasih, semoga sukses.
KLIK DISINI

Selasa, 19 November 2013

Setiap Anak Hebat

Jangan ada lagi anggapan bahwa anak kita bodoh, tidak cerdas dan tidak berbakat manakala nilai rapor matematika atau sainsnya jeblok atau ketika prestasi akademiknya tidak menggembirakan.  Tak dipungkiri, bahwa prestasi akademik, masih menjadi mindset keliru dalam menentukan cerdas atau tidak seseorang.
Bakat dan talenta bila dikelola dengan baik akan menghasilkan produk luar biasa, kesuksesan dan eksis di bidangnya.  Itu karena,  Allah SWT menciptakan manusia sosok paling sempurna (QS:At-Tiin; 4). dan  menciptakan manusia dalam keragaman baik golongan suku dan bangsa (QS Al Hujuraat: 13).
Hal ini mengisyaratkan bahwa sebagai makhluk sempurna, manusia dilahirkan sekaligus dianugrahi kecerdasan dan bakat berbeda-beda sebagai bekal hidupnya. Lingkungan dan sentuhan sekelilingnya akan memoles sehingga bakat itu dapat terkelola menjadi investasi menguntungkan dirinya atau tidak.
Pakar psikologi, Howard Gardner dalam buku terkenalnya, Frime of Mind, memaparkan pandangannya tentang kecerdasan berganda (multiple-intelligence) yang revolusioner. Gardner menolak terhadap pandangan mengenai IQ (intelligence quotient) yang sejak awal abad ke-20 dipakai sebagai satu-satunya alat ukur kecerdasan monolitik.
Kekurangan tes IQ adalah menyamakan logika dengan kecerdasan keseluruhan, padahal logika hanyalah salah satu bentuk pemikiran. Menurutnya, paling tidak ada tujuh sprektrum kecerdasan utama membekali seseorang untuk meraih sukses, yaitu : kecerdasan linguistik, visual-spasial, matematika-logika, musik, kinestetis, interpersonal dan intrapersonal.
Sedangkan jika menurut konsep STIFIn, manusia di bagi dalam 5 mesin kecerdasan, yakni Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. So, yang manakah Anda?
Ingin test kemampuan Anda? 

Selasa, 20 Agustus 2013

Hati Hati Saat Refleks

Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantar impuls oleh saraf.Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula garak yang terjadi tanpa di sadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensoris di bawah ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak kemudian hasil olahan oleh otak berupa tanggapan, di bawah oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.
Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat di katakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.  (infokedokteran.com)
Dalam kehidupan sehari-hari seharusnya kita berharap agar kita berbuat hal yang baik dengan cepat sebagaimana gerak reflek dan gerak sadar apabila menjalalankan hal yang kurang baik, dan segera sadar bahwa pekerjaan dan perbuatan itu buruk serta bergegas berubah menjadi lebih baik.
Para pakar menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk menjadikan perbuatan itu reflek dalam setiap diri manusia adalah dengan cara MEMBIASAKAN/HABBITS. Jika kita berharap perbuatan baik terbiasa yang kita lakukan, maka berbuat baiklah secara kontinu, berulang sehingga terbentuk kebiasaan. Namun sebaliknya, bila kita terbiasa melakukan hal yang kurang baik, maka akan terbentuk dalam diri tanpa disadari sudah menjadi kebiasaan buruk.
Seorang anak yang terbiasa peka dan peduli dengan temanya, maka akan terbentuk sikap responsif dan segera tanggap apabila ada temannya membutuhkan bantuan, pertolongan dan sebagainya. Seseorang yang terbiasa berzikir, mengingat Alloh SWT ketika terjadi hal-hal yang mengagetkan dia, maka yang keluar dari mulutnya adalah kata kata kebaikan. Maka jika ada orang yang kaget, namun secara reflek mengeluarkan kata-kata jelek dari mulutnya, maka kemungkinan besar dari aktifitasnya sering membiasaakan mengucapkan kata-kata jelek saat dia sadar.
So, hati-hati saat Anda berada dalam gerak reflek, gerak yang tidak Anda sadari. Memang gerak ini, perbuatan ini tanpa kontrol Anda, namun ingat bisa di “setting” dengan sebuah kebiasaan. Semoga kita terbiasa menjalankan perbuatan, perkataan yang baik dan bermanfaat, sehingga saat terjadi gerak reflek maka kebaikan yang kita dapatkan bukan sebaliknya... 

Minggu, 11 Agustus 2013

Idul Fitri: Momentum untuk Kembali ke Ketaatan Sejati



Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka;  siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (TQS Ali Imran [3]: 135).

Seusai shaum Ramadhan, disyariatkan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari penuh kegembiraan.  Wajarlah kaum Mukmin merasa gembira pada saat hari raya tersebut. Namun, kegembiraannya bukanlah karena pesta dan hiburan; bukan pula karena telah bebas dari kungkungan puasa. Sebab, kebahagian seperti itu merupakan kebahagiaan yang lahir dari keterpaksaan, atau setidaknya, bahagia jauh dari kewajiban. Kebahagiaan yang ada adalah kebahagiaan karena telah berhasil menunaikan salah satu kewajiban dan kesiapan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban berikutnya. Kebahagiaan tersebut lahir dari:
Pertama, harapan akan bertemu dengan Allah Swt. penuh rasa senang, gembira, dan bahagia.  Puasa yang telah dijalaninya dengan baik akan mengantarkannya untuk memperoleh kebahagiaan tersebut, bukan kebahagiaan sehari saat Idul Fitri semata, melainkan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak.  Kebahagiaan demikian dilandasi oleh sabda Rasulullah saw.:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Bagi orang yang puasa ada dua kebahagiaan yang membahagiakannya. Ketika berbuka (termasuk berbuka pada saat Idul Fitri, pen.) ia bahagia dan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya ia pun bahagia karena puasanya itu (HR al-Bukhari).

Kedua, kebahagiaan akan ampunan dari Allah Swt. yang diberikan kepadanya.  Shaum dan qiyâmul lail yang telah ia lakukan penuh kesungguhan diyakini akan menjadi wasilah diampuninya dosa.  Allah Swt. berjanji untuk memberikan ampunan tersebut. Rasulullah saw. menegaskan:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa saja yang mendirikan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap (balasan Allah Swt.) niscaya diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu (HR al-Bukhari).

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ احْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan shaum Ramadhan dan aku telah mensunnahkan salat malamnya (tarawih). Karena itu, siapa saja yang shaum Ramadhan dan melaksanakan qiyâm Ramadhan dengan mengharap (ridha Allah SWT) niscaya ia akan keluar dari dosa-dosanya laksana hari ia dilahirkan ibunya (HR Ahmad).
Allah SWT berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS al-Baqarah [2]: 183).
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang menunaikan puasa dengan benar sejatinya menjadi orang yang bertakwa, yakni orang yang memelihara dirinya dari kemaksiatan. Sebab, puasa itu mematahkan syahwat sebagai pangkal kemaksiatan (Lihat: Tafsîr Jalalayn).  Karenanya, kata Imam al-Qurthubi, dalam tafsirnya, puasa menyebabkan ketakwaan.
Berdasarkan hal tersebut maka Idul Fitri atau Lebaran tersebut harus dipandang sebagai kelahiran kembali orang-orang yang mendapatkan ampunan dari Allah Swt. dan menjelma menjadi orang bertakwa. Lebaran bukanlah akhir dari ketaatan, melainkan awal dari ketakwaan baru. Karenanya, Lebaran akan bermakna hanya jika setiap Muslim menampakkan ketakwaan tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Di antara aktivitas yang lahir dari ketakwaan dan akan menjadikan Idul Fitri bermakna tersebut adalah:
1. Lebih taat kepada Allah Swt. setelah Ramadhan.
2. Memelihara amalan-amalan rutin Ramadhan. Shaum, shalat, zikir, sedekah, membaca dan mengkaji al-Quran, shalat berjamaah, istighfar, bangun malam, memperbanyak amalan sunat, dan aktivitas lain yang selama ini dilakukan pada bulan Ramadhan dilakukan pula di luar Ramadlan. Semangat untuk taat pada bulan Ramadhan tetap dikobarkan setelah itu. Karenanya, semangat dalam mencegah diri dari perbuatan maksiat anggota tubuh (mata, telinga, lisan, tangan, kaki) serta akal dan hati, keikhlasan, kesabaran, keistiqamahan, semangat jihad fi sabîlillâh, dan semangat dakwah akan terus menyala bahkan nyalanya lebih besar lagi sejak Lebaran.
3. Lebih meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah.
4. Lebih meningkatkan upaya mengetahui hukum-hukum Allah Swt. dengan cara menuntut ilmu.  Setiap Muslim yang berharap Lebarannya lebih bermakna akan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang hukum Allah Swt.
5. Lebih giat berdakwah. Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.  Tidak mungkin petunjuk itu sampai bila tidak didakwahkan. Atas dasar inilah dakwah merupakan karakter kaum Mukmin.
6. Terus bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (tawbatan nashûhâ). Sekalipun Allah Swt. menjamin mengampuni orang-orang yang benar-benar puasa Ramadhan,  kaum Mukmin tidak akan terlena dengan itu.  Mereka tetap bertobat sebagai salah satu karakter orang bertakwa, seperti tercantum dalam firman Allah Swt.:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka;  siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (QS Ali Imran [3]: 135).
Sekali lagi, hasil dari Ramadhan adalah ketakwaan. Apabila sikap pasca Ramadhan tidak menunjukkan meningkatan ketakwaan, maka kita patut merenungkan sabda Rasulullah saw.:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ اْلجُوْعِ وَ اْلعَطَشِ
Banyak di antara orang yang berpuasa tetapi hasilnya hanya lapar dan dahaga (HR Ibn Huzaimah).

Walhasil, orang yang akan mendapatkan makna Lebaran sebenarnya adalah orang yang berhasil meraih ketakwaan dengan puasanya itu. Tanpa takwa, Lebaran hanyalah sebuah kehampaan. Sebab, Idul Fitri bukanlah diperuntukkan bagi orang yang mengenakan pakaian baru, tetapi dipersembahkan bagi orang yang ketaatannya bertambah. Singkatnya, Idul Fitri sejatinya membawa setiap Muslim kembali ke ketaatan sejati. [] abi

Minggu, 09 Juni 2013

Nilai UKK (MURNI) Biologi Terapan (Budidaya Tanaman) SMAN 4 Tangsel



Berikut ini nilai MURNI Ulangan Kenaikan Kelas, Biologi Terapan Budidaya Tanaman. Perlu diketahui bahwa nilai ini belum dimasukkan indikator lain seperti nilai tugas dan ulangan harian sehingga menjadi nilai raport. Oleh karenya mohon bagi yang belum melengkapi nilai tugas, dan yang lain, segera di lengkapi.

XI IPA2 XI IPA3
ADITYA PRATAMA PUTRA 90 AFRIAN JAYA NEGARA 90
ALFINATUL JANNAH 88 ARIF RAHMAN ARDIANSYAH 83
ANIL IMRA 90 ATIKA INDAH FITRIYANI 95
ANITA UTOMO 90 BUNYANNAH ANA PUTRI 75
ANNISA NUR HIKMAH 95 DESTRIYANI 95
AYUGA BUDI YULIA 78 DIAH RACHMAWATI PUTRI 93
AZZAHRA AGIDIA LARASATI 88 DIAN NURLITA 90
BAGAS ATMAJA PRAYITNA 83 ERISA SUCI SAFITRI 98
BAGUS SUHARYANTO 88 FIRDA NOVIANA 70
DARA AYU APRILIA ASOKAWATI SIREGAR 95 HANNY AYU FAIZA HANUM 78
DENI HERMAWAN 95 INDI LIES RAMADHINIA 80
EGITA ARUMSARI 90 ISTI FANYA SAKINAH 75
GITA NOVI ARIANI 95 KARIMAH ZAUDATUL AFKARIAH 75
HESTI LUTFIYANI 95 MAY SRIYANTI TURNIP 73
HESTIAWATI 98 MOHAMAD KHADAFI 60
HIRZI KARAMI 88 MUHAMMAD AFIFFUDDIN 68
LIANDITA REVA UTAMI 95 MUHAMMAD IMAN FADHLILLAH 85
LIKE REFELIKA DEWI 93 NUR WULAN SEPTIANI 88
MOHAMAD IQBAL FARDULLAH 90 NURAINI LARASATI 98
MUHAMMAD ARIQ IRFAN 85 PURI WULAN NURJANAH 90
MUHAMMAD RIFKI SULISTIAWAN 90 PUTRI ELENA SAFITRI 85
MUHAMMAD TAUFIK HIDAYAT 83 RETNO AYU SUNDARI 78
MUKHAMMAD FAISHAL AZIZ 75 RYAN ARDANI 90
NAUFAL FIYAN WIBISANA 90 SANUSI BACHTIAR 90
PUTRI CITRA PRATAMA 83 SATRIYANTO 88
RAFELA HIKMAHTIAR 80 SHABRINA BADZLINA 85
RIDHA RAHMAWAN PUTRA 88 SITI FATIMAH 98
ROSY HARDI YANTI 95 SYAIFUL HUDA 95
SELFI NURYANTI 95 SYARLIN INTAN SAFITRI 95
SONYA SARAH DEVI 88 SYIFA MAULUDINA 80
SRI KHAEMATUN 93 TEGUH PRATAMA YUDHA 83
ZAZA AMALINA 100
XI IPA 4 XI IPA 5
ADITYA PRATAMA PUTRA 88 ABIMANYOE GOESTI WIDIANTORO 88
ALDA TRIDES ARROFIE 45 AGUSTIN FARAH SHIDQIYAH 90
AULIA ANJANI PERTIWI 90 AMALIA RIZKIYATI 88
AZIZAH AMANI 75 ANA LESTARI 90
CANDRA ADI NUGRAHA 73 ASYRAFI AWFA 90
CHRISTIAN IMMANUEL GARRY T. 98 AURELIANI HANDAYANI SYARIFUDDIN 85
DESTRI NUR'AMALIA SHOLEHAH 85 BUDI ARIYANTO 80
DIAN CITRA UTAMI 60 DENY ULFA EKAYANTI 85
EKA APRILIANTI 93 DINDA HERDIAWATI 93
FACHRY NURDIANSYAH 75 FAUZAN SANTOSO 85
FAISA RIZA 73 FILDZA MARHA 80
HAVIDZ FAJAR AULIA 85 HARUN AL RASYID ABADI 78
KARTIKA APRILIA 73 KARIZA BELLA PUTRI 88
LAVINA CIKA MARDA 93 LARASATI NURAINI 90
LELA DWI UTARI 75 LIDYA SEPTI SETYOWATI 90
MELINA ELSANUGIA 85 MIA AMELIA INDRIANI 90
MELITA AMALIA 80 MOHAMMAD RIZQI 83
NATHARIA PENTA ARYANI BR BANGUN 90 MUHAMAD RIZKI NURROHMAN 90
NUR HAYATI 58 MUHAMMAD RIZKY ARDHI 85
NURMALASARI BORU PANGGABEAN 83 NUR AFNI HANDAYANI 98
NURUL ADINIYATI 85 NURUL AISYAH PATUPPU SOLO 93
PUTRI LARASHATI 88 REYZA DWI FAJAR MULIA 93
R. ENGGAR RAHMAN NIFAIQ 85 REZA FAHLEVI 95
RATIH DWI SEPTIANI 93 RIZKI RULITA PUTRI 100
RIDHWAN AMIR ALDIN AL AFGHANI 90 SHARAH NOVELA PUTRI 90
SRI WAHYUNI PUTRI WULANDARI 85 SHINTA LOVIANA PUTRI 88
TIO KORY MEGANTARA 93 SIFA AJI TIARANTI 93
USWATUN KHASANAH 95 SORAYA ANDRIANI 93
VIBI DWI RAHAYU 83 TRY MAULANA SHIDIQ 88
VIKA NISAULFAJRI 85 VINDA ROSALIA 93
CHRISTOPER  93 ZAHROTU FITRIANA MAHAWATI 90
ZULFI ARDIANSYAH 90
XI IPS 1 XI IPS 2
ADETIA WIJAYANTI 88 ADITYO WIJAKSONO 75
AGUNG PRIYO SEMBODHO 93 ANGGUN SUJIANGGRAENI
ANDI IHSAN ADYTAL 88 AYUDINA DWI AVELIA ADHI 80
ARDIAN SETIANTO 75 CANDRA ALDI PUTRA 73
ASSAFAR IBNU HARTAS 78 CYNTHIA AULIA 60
DIMAS ADHIE PRADANA 90 DIMAS SUMANJAYA 60
DIO PRATIKO 85 EKAH RAHMATILAH 80
DIPO AHMAD HAREL 83 FACHRUL RAMADHANI 85
ERIK MAUDI 80 FAJAR RIZKY SOEANDI 83
ERRY RIANTA 80 FARHAN ALWANIYANA 88
FADHIIL DZAKWAN QUSHOYYI 80 FEBRIANA PUTRI RAHMAWATI 68
FAMILIAR AGNA PUTRA 85 GENTHAR RIDHO YUSTIARNA 73
GHENASTY 88 HANA NISRINA 78
GITA NURUL FADILLAH 93 HASBIALLAH 85
INTAN FADHILLA 93 IHYAK ULUMUDIN 88
IRFAN MAULANA 88 MOCH. AULIA RAHMAN 88
KIAN WIDAYADI MONA OKTAVIA 35
KYEKA DARMAWANTO 88 MUHAMMAD DIMAS SATRIYO 55
MIRZA EDI SYAHPUTRA 85 MUHAMMAD ISNAINI P. A 75
MUHAMAD YUNUS 85 PIRARYDIO TASSO 78
MUHAMMAD ARIF FADILLAH 80 PUTRI RACHMANINGSIH 65
MUHAMMAD RIDWAN ALI 88 RADEN MAS MUHAMMAD PANJI ASMORO
MUHAMMAD RIZKY ISMAN 85 REKA FARADILLAH 60
NOVITA SARI 80 RISKI SETIONO 78
RAHMAN SAFI'I 83 RIZKY NUGROHO 65
RIDHO ANDIKA  PRATAMA ROSITA 73
ROMMY SUHARTO 83 SEPTIAN EKA NUGROHO 73
SARAH MAHARANI PUTRY 88 TIARA ALFIONISSA 75
SITI HAWA SOLEHA 63 VEBBY SASTATHIA ELLANDA 65
TANIA RANI 88 WANDA PURWO WIDODO 63
VREDY SANTOSO 83 YOGI RESTU APRIADI 70
WIDRI ANJANI 80 CUT FAILA SUFAH DARRASSA 68
XI IPS 3  XI IPS 4
AJENG MUSTIKA SARI 85 ALINA OKTAVIANI 70
BESAR SETIYAWAN 78 ANJAR SUTIONO 68
DEJAN HARPAN PANGESTU 88 ARI DWI PURNOMO 75
DIANA SEPTIANI 73 DEA ADINDA WIJAYA 75
ERY DWI SUTEJO 80 DHIFAF SYAFIQAH RIANTO 68
FATMAWATI RESTU BINTARI 83 DIAH AYU SUSARAH 73
FERDIAN RAMADHON 78 DICKY PUTRA SADEWA 78
FERLY JULIANSYAH 78 DIMAS AKBAR DMIROZ 88
HOKY SAKTI PANDAWA 73 DINI FITRIYANTI 83
ICHDA PUTI MAS'A 83 DWI ZAHARA PUTRI 73
ILYAS FADILLAH 80 FACHRUL ULLUM RAMADHAN 85
JIHAN JULIANA 75 FAJARINA SYAFITRI 85
JUL HANSYAH 80 FAZNA MUMTAZI 73
KADEK VICO OKTOVAMIKA 93 FIQY NURHIDAYAT 90
MOCHAMMAD RIZQI HADIWIBOWO 78 HILMA TANIA 90
MOHAMMAD INDRA RIZKY CHUMAIDI 73 IHSAN BAGAS PRAKARSA 75
MUHAMMAD RAVI ERLANGGA 90 IMAM FADILAH 83
MUHAMMAD TAZUL ARIFIN 83 IQBAL PRASETIO 83
RAHMI PUTRI 73 JUN RIZQI ABDILLAH 80
RIAN HIDAYAT HASIBUAN 68 LANA SUCIYANTO 85
RICKO DWI NUGROHO 78 MOHAMMAD ILHAM 75
RIZKY ROBIATUL ADAWIYAH 73 MUHAMMAD EGY SAPUTRA 80
ROBI ZULKARNAIN 90 MUHAMMAD IKHSAN 78
ROMIE CABELLO 95 MUHAMMAD ZHAFARIAN  78
SARAH NUR HIKMAH 93 PUJI LESTARI 75
SATRIA AKBAR DIFA 88 RIFQI ABDILLAH 75
SEPTIANA KUSUMA DEWI 78 SAHAT BOLAK PARSAULIAN NAINGGOLAN 63
TITAH SEPTIA DWI WARDANI 78 SHABRINA NUR LAILANI 78
VICKY INDRASTA 83 SYAHRUL ARAFAH 68
VRILISYA WIDYA SARAH 85 VITRI ARDIANTI 68
ZELLIN STEPHANI SAUNUNU 78 VIVALDI LIMAN 68
YUFENTUS 83