Hidup Sehat Alami

Hidup adalah perjuangan

Hari ini harus lebih baik daripada kemarin agar terkategori beruntung

Jangan berhenti memperbaiki diri

Hidup adalah pilihan maka kerjakan dan lakukan yang terbaik.

Man Jadda wa Jadda

Hidup adalah pilihan maka kerjakan dan lakukan yang terbaik.

Jangan hanya biasa, jadilah yang terbaik

Jadikan hari ini yang terbaik dalam hidupmu

Long life education

Tidak ada orang hebat, yang ada adalah mereka yang terlatih

Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2015

4 Tips Mengatasi Virus BT

Pernahkah kita merasa 'bad mood', males buangets? Mau mengerjakan sesuatu seolah berat banget? Bawaannya serasa ingin marah, tidak jelas apa yang harus dikerjakan. Yup, jika tanda-tanda diatas menghinggapi Anda, maka Anda sudah terserang virus BT! Boring Total! Bosen Total!
Segera lakukan in-aktivasi, sebelum virus ini menyebar dan menjangkiti seluruh pikiran Anda dan membahayakan orang di sekitar Anda.
Bagaimana cara mengatasi virus ini? Berikut beberapa hal yang bisa Anda coba untuk mengatasi virus berbahaya ini:
  1. Ingatlah pada tujuan hidup. Yup, disadari ataupun tidak ternyata BT timbul saat kita dalam keadaan 'blank' alias lupa akan apa sih tujuan hidup kita. Sinyal yang mengingatkan akan harapan besar kita, cita-cita dan harapan seolah-olah 'not connected'. Sehingga dengan loss signal inilah yang menyebabkan kita dan perasaan kita hampa. Nah inilah faktor yang menyebabkan kita menjadi rentan terserang BT ini. So, langkah pertama disaat kita boring, malas tingkat tinggi, bawaannya ingin marah, adalah kita ingat-ingat kembali apa sih tujuan hidup kita? apa tujuan hudup dan mimpi besar kita? Jika ingin jadi pengusaha sukses, mungkinkah terlewat satu detik saja dengan hal negatif yang tak bermanfaat?. Apakah cita-cita kita akan kita raih dengan bermalas ria? Tidak!. Ayo, lawan malas dengan beraktivitas meraih cita-cita kita! Sekarang!  
  2. Lakukan yang terbaik. Akibat dari males dan virus BT yang mulai masuk dan menyerang adalah melakukan setiap pekerjaan kita apa adanya. Kalaulah mengerjakan aktivitas kita, dikerjakan apa adanya, sehingga hasilnya pasti tidak optimal. So salah satu cara menghalau virus BT ini adalah lakukan setiap aktivitas kita dengan optimal. Do the best!. Apa yang kita lakukan sebanding dengan usaha kita. Berbanding lurus. Jika kita belajar dengan maksimal maka hasil ulangan akan bagus, InsyaAllah. Apakah sudah pasti, belum tentu. Yang belajar saja belum tentu nilai bagus saat ulangan, apalagi yang tidak belajar? So lakukan apapun aktivitas kita dengan kesungguhan dan lakukan yang terbaik. 
  3. Lakukan hal positif. Tidak dipungkiri bahwa bad mood akan menjadikan kita berpikir berbagai macam, hingga mungkin berpikir hal-hal negatif. Awas jangan sampai itu terpikir oleh pikiran kita apalagi sampai dijalankan. Bahaya!. Pelampiasan kebosanan ini segera arahkan ke hal-hal positif. segera bangkit. Usir kebosanan dengan melakukan hal positif yang akan memberikan dampak positif pada hidup kita. Saat bosen, pikiran pusing, lakukan hal positif yang bisa kita lakukan. Apa contohnya? ya kita bisa keluar rumah, bersilaturahim dengan teman kita, share dengan mereka. InsyaAllah kita akan menemukan ide dan inspirasi baru. Atau coba tenangkan dengan membaca Al Quran, membaca kisah sahabat Nabi, dan kisah inspiratif lainnya. 
  4. Ingat mereka. Ya, ingatlah mereka yang menunggu Anda untuk sukses. Jika Anda adalah seorang siswa, coba lihat dan ingat foto kedua orang tua Anda. Kalo perlu pasang di wall HP Anda. Bukankah mereka akan sangat bahagia jika Anda menjadi orang sukses? dan sebaliknya mereka akan sedih jika Anda gagal? Ingat mereka menunggu Anda untuk sukses!. Jika Anda adalah kepala keluarga, coba lihat foto istri dan anak anak Anda. Bukankah mereka akan sangat bahagia jika Anda sukses? Ya, mereka menunggu kita sukses. Apakah kesuksesan akan kita dapatkan jika kita tetap dalam kubangan BT? Tetap Bad Mood, tetap malas? Tiada kata lain, selain Bangkit! 
Inilah beberapa hal untuk mengusir BT, bad mood, malas dan virus sejenisnya. Semoga ini memberikan inspirasi, membangkitkan motivasi bagi saya dan Anda. Anda punya tips yang lain? bagi-bagi di kolom komentar ya....
Selamat menemukan jalan kesuksesan Anda, good bye malas dan  welcome semangat!
@hadisyab

Jumat, 28 November 2014

SUKSES ???



Jika ditanya apakah ingin sukses? Pasti jawabannya adalah IYA. Setiap kita ingin sukses. Sukses dalam hal ini bisa sukses dalam bisnis, karir, belajar dan seterusnya. Nah sesungguhnya untuk mencapai kesuksesan itu butuh sebuah PROSES. Tidaklah instan. Jika ingin menjadi pelajar yang berprestasi, menjadi juara di kelas maka butuh proses. Mulai menyiapkan buku pelajaran dan giat belajar, berangkat dan rajin ke sekolah, serta serangkaian proses yang lain, seperti mengerjakan tugas, praktikum, dan lain-lain yang intinya mengarahkan pada hasil akhir, yaitu JUARA KELAS.

Selasa, 19 November 2013

Setiap Anak Hebat

Jangan ada lagi anggapan bahwa anak kita bodoh, tidak cerdas dan tidak berbakat manakala nilai rapor matematika atau sainsnya jeblok atau ketika prestasi akademiknya tidak menggembirakan.  Tak dipungkiri, bahwa prestasi akademik, masih menjadi mindset keliru dalam menentukan cerdas atau tidak seseorang.
Bakat dan talenta bila dikelola dengan baik akan menghasilkan produk luar biasa, kesuksesan dan eksis di bidangnya.  Itu karena,  Allah SWT menciptakan manusia sosok paling sempurna (QS:At-Tiin; 4). dan  menciptakan manusia dalam keragaman baik golongan suku dan bangsa (QS Al Hujuraat: 13).
Hal ini mengisyaratkan bahwa sebagai makhluk sempurna, manusia dilahirkan sekaligus dianugrahi kecerdasan dan bakat berbeda-beda sebagai bekal hidupnya. Lingkungan dan sentuhan sekelilingnya akan memoles sehingga bakat itu dapat terkelola menjadi investasi menguntungkan dirinya atau tidak.
Pakar psikologi, Howard Gardner dalam buku terkenalnya, Frime of Mind, memaparkan pandangannya tentang kecerdasan berganda (multiple-intelligence) yang revolusioner. Gardner menolak terhadap pandangan mengenai IQ (intelligence quotient) yang sejak awal abad ke-20 dipakai sebagai satu-satunya alat ukur kecerdasan monolitik.
Kekurangan tes IQ adalah menyamakan logika dengan kecerdasan keseluruhan, padahal logika hanyalah salah satu bentuk pemikiran. Menurutnya, paling tidak ada tujuh sprektrum kecerdasan utama membekali seseorang untuk meraih sukses, yaitu : kecerdasan linguistik, visual-spasial, matematika-logika, musik, kinestetis, interpersonal dan intrapersonal.
Sedangkan jika menurut konsep STIFIn, manusia di bagi dalam 5 mesin kecerdasan, yakni Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. So, yang manakah Anda?
Ingin test kemampuan Anda? 

Selasa, 20 Agustus 2013

Hati Hati Saat Refleks

Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantar impuls oleh saraf.Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula garak yang terjadi tanpa di sadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensoris di bawah ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak kemudian hasil olahan oleh otak berupa tanggapan, di bawah oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.
Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat di katakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.  (infokedokteran.com)
Dalam kehidupan sehari-hari seharusnya kita berharap agar kita berbuat hal yang baik dengan cepat sebagaimana gerak reflek dan gerak sadar apabila menjalalankan hal yang kurang baik, dan segera sadar bahwa pekerjaan dan perbuatan itu buruk serta bergegas berubah menjadi lebih baik.
Para pakar menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk menjadikan perbuatan itu reflek dalam setiap diri manusia adalah dengan cara MEMBIASAKAN/HABBITS. Jika kita berharap perbuatan baik terbiasa yang kita lakukan, maka berbuat baiklah secara kontinu, berulang sehingga terbentuk kebiasaan. Namun sebaliknya, bila kita terbiasa melakukan hal yang kurang baik, maka akan terbentuk dalam diri tanpa disadari sudah menjadi kebiasaan buruk.
Seorang anak yang terbiasa peka dan peduli dengan temanya, maka akan terbentuk sikap responsif dan segera tanggap apabila ada temannya membutuhkan bantuan, pertolongan dan sebagainya. Seseorang yang terbiasa berzikir, mengingat Alloh SWT ketika terjadi hal-hal yang mengagetkan dia, maka yang keluar dari mulutnya adalah kata kata kebaikan. Maka jika ada orang yang kaget, namun secara reflek mengeluarkan kata-kata jelek dari mulutnya, maka kemungkinan besar dari aktifitasnya sering membiasaakan mengucapkan kata-kata jelek saat dia sadar.
So, hati-hati saat Anda berada dalam gerak reflek, gerak yang tidak Anda sadari. Memang gerak ini, perbuatan ini tanpa kontrol Anda, namun ingat bisa di “setting” dengan sebuah kebiasaan. Semoga kita terbiasa menjalankan perbuatan, perkataan yang baik dan bermanfaat, sehingga saat terjadi gerak reflek maka kebaikan yang kita dapatkan bukan sebaliknya... 

Minggu, 11 Agustus 2013

Idul Fitri: Momentum untuk Kembali ke Ketaatan Sejati



Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka;  siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (TQS Ali Imran [3]: 135).

Seusai shaum Ramadhan, disyariatkan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari penuh kegembiraan.  Wajarlah kaum Mukmin merasa gembira pada saat hari raya tersebut. Namun, kegembiraannya bukanlah karena pesta dan hiburan; bukan pula karena telah bebas dari kungkungan puasa. Sebab, kebahagian seperti itu merupakan kebahagiaan yang lahir dari keterpaksaan, atau setidaknya, bahagia jauh dari kewajiban. Kebahagiaan yang ada adalah kebahagiaan karena telah berhasil menunaikan salah satu kewajiban dan kesiapan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban berikutnya. Kebahagiaan tersebut lahir dari:
Pertama, harapan akan bertemu dengan Allah Swt. penuh rasa senang, gembira, dan bahagia.  Puasa yang telah dijalaninya dengan baik akan mengantarkannya untuk memperoleh kebahagiaan tersebut, bukan kebahagiaan sehari saat Idul Fitri semata, melainkan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak.  Kebahagiaan demikian dilandasi oleh sabda Rasulullah saw.:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Bagi orang yang puasa ada dua kebahagiaan yang membahagiakannya. Ketika berbuka (termasuk berbuka pada saat Idul Fitri, pen.) ia bahagia dan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya ia pun bahagia karena puasanya itu (HR al-Bukhari).

Kedua, kebahagiaan akan ampunan dari Allah Swt. yang diberikan kepadanya.  Shaum dan qiyâmul lail yang telah ia lakukan penuh kesungguhan diyakini akan menjadi wasilah diampuninya dosa.  Allah Swt. berjanji untuk memberikan ampunan tersebut. Rasulullah saw. menegaskan:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa saja yang mendirikan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap (balasan Allah Swt.) niscaya diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu (HR al-Bukhari).

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ احْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan shaum Ramadhan dan aku telah mensunnahkan salat malamnya (tarawih). Karena itu, siapa saja yang shaum Ramadhan dan melaksanakan qiyâm Ramadhan dengan mengharap (ridha Allah SWT) niscaya ia akan keluar dari dosa-dosanya laksana hari ia dilahirkan ibunya (HR Ahmad).
Allah SWT berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS al-Baqarah [2]: 183).
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang menunaikan puasa dengan benar sejatinya menjadi orang yang bertakwa, yakni orang yang memelihara dirinya dari kemaksiatan. Sebab, puasa itu mematahkan syahwat sebagai pangkal kemaksiatan (Lihat: Tafsîr Jalalayn).  Karenanya, kata Imam al-Qurthubi, dalam tafsirnya, puasa menyebabkan ketakwaan.
Berdasarkan hal tersebut maka Idul Fitri atau Lebaran tersebut harus dipandang sebagai kelahiran kembali orang-orang yang mendapatkan ampunan dari Allah Swt. dan menjelma menjadi orang bertakwa. Lebaran bukanlah akhir dari ketaatan, melainkan awal dari ketakwaan baru. Karenanya, Lebaran akan bermakna hanya jika setiap Muslim menampakkan ketakwaan tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Di antara aktivitas yang lahir dari ketakwaan dan akan menjadikan Idul Fitri bermakna tersebut adalah:
1. Lebih taat kepada Allah Swt. setelah Ramadhan.
2. Memelihara amalan-amalan rutin Ramadhan. Shaum, shalat, zikir, sedekah, membaca dan mengkaji al-Quran, shalat berjamaah, istighfar, bangun malam, memperbanyak amalan sunat, dan aktivitas lain yang selama ini dilakukan pada bulan Ramadhan dilakukan pula di luar Ramadlan. Semangat untuk taat pada bulan Ramadhan tetap dikobarkan setelah itu. Karenanya, semangat dalam mencegah diri dari perbuatan maksiat anggota tubuh (mata, telinga, lisan, tangan, kaki) serta akal dan hati, keikhlasan, kesabaran, keistiqamahan, semangat jihad fi sabîlillâh, dan semangat dakwah akan terus menyala bahkan nyalanya lebih besar lagi sejak Lebaran.
3. Lebih meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah.
4. Lebih meningkatkan upaya mengetahui hukum-hukum Allah Swt. dengan cara menuntut ilmu.  Setiap Muslim yang berharap Lebarannya lebih bermakna akan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang hukum Allah Swt.
5. Lebih giat berdakwah. Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.  Tidak mungkin petunjuk itu sampai bila tidak didakwahkan. Atas dasar inilah dakwah merupakan karakter kaum Mukmin.
6. Terus bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (tawbatan nashûhâ). Sekalipun Allah Swt. menjamin mengampuni orang-orang yang benar-benar puasa Ramadhan,  kaum Mukmin tidak akan terlena dengan itu.  Mereka tetap bertobat sebagai salah satu karakter orang bertakwa, seperti tercantum dalam firman Allah Swt.:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka;  siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (QS Ali Imran [3]: 135).
Sekali lagi, hasil dari Ramadhan adalah ketakwaan. Apabila sikap pasca Ramadhan tidak menunjukkan meningkatan ketakwaan, maka kita patut merenungkan sabda Rasulullah saw.:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ اْلجُوْعِ وَ اْلعَطَشِ
Banyak di antara orang yang berpuasa tetapi hasilnya hanya lapar dan dahaga (HR Ibn Huzaimah).

Walhasil, orang yang akan mendapatkan makna Lebaran sebenarnya adalah orang yang berhasil meraih ketakwaan dengan puasanya itu. Tanpa takwa, Lebaran hanyalah sebuah kehampaan. Sebab, Idul Fitri bukanlah diperuntukkan bagi orang yang mengenakan pakaian baru, tetapi dipersembahkan bagi orang yang ketaatannya bertambah. Singkatnya, Idul Fitri sejatinya membawa setiap Muslim kembali ke ketaatan sejati. [] abi

Jumat, 22 Maret 2013

Taubat Profesi

Banyak orang yang bekerja tetapi tersiksa. Anehnya, hal itu bertahan sangat lama. Mereka rela hidup menderita setiap hari. Selain membuat mereka sulit berkembang, kerja mereka berpeluang tidak dicatat sebagai ibadah. Mengapa? Karena mereka bekerja tidak tulus ikhlas. Akhirnya, penghasilan tak kunjuang meningkat, pahalapun tak mereka dapat. Rugi dunia dan bisa menyesal di akhirat.
Hidup itu singkat, nikmatilah kehidupan dunia sekaligus sebagai bekal untuk kehidupan nanti. Hal yang paling mendasar untuk mendapatkan keduanya, bekerjalah dengan benar dan lakukanlah ikhlas karena-Nya. Selain itu, agar hidup semakin nikmat dan enjoy pilihlah aktivitas yang memenuhi tiga kriteria berikut.
Pertama, lakukanlah sesuatu yang Anda cintai. Temukanlah berbagai aktivitas yang benar-benar Anda cintai dan juga tak melanggar ketentuan-Nya. Anda sangat enjoy saat mengerjakan hal itu. Anda begitu menikmati bahkan rela bekerja hingga larut malam tanpa banyak keluhan.
Sang Maha Pencipta menciptakan kita dengan berbagai talenta yang berbeda. Setiap kita pasti mempunyai aktivitas yang kita cintai. Temukanlah. Saat Anda sudah menemukannya, sejak saat itulah sebenarnya Anda sudah tidak bekerja tetapi menjalankan hobi. Nikmat, asyik dan membahagiakan.
Kedua, kuasailah. Sesuatu yang Anda cintai haruslah dipupuk. Bagaimana cara mempupuk cinta dalam hal pekerjaan atau aktivitas? Anda berusaha terus untuk menguasai pekerjaan itu hingga benar-benar ahli. Bahkan Anda rela mengeluarkan investasi untuk terus menerus meningkatkan kemampuan di bidang yang Anda tekuni.
Ketiga, menghasilkan. Melakukan sesuatu yang Anda cintai dan kuasai tanpa hasil akan membuat Anda kehabisan “bahan bakar”. Anda harus mengidentifikasi hasil apa saja yang Anda peroleh saat mengerjakan hal itu.
Tidak semua jerih payah Anda menghasilkan uang atau harta. Boleh jadi menghasilkan nama baik, intangible asset dan jangan lupa tentu mengasilkan pahala. Agar Anda terus semangat dan bergairah maka Anda harus tahu persis hasil-hasil apa saja yang Anda peroleh jika menekuni hal itu.
Apakah pekerjaan dan aktivitas sehari-hari Anda sudah memenuhi 3 hal tersebut di atas? Bila belum, segeralah lakukan taubat profesi. Beralihlah melakukan sesuatu yang Anda cintai, kuasai dan menghasilkan. Siap? Segeralah!
Salam SuksesMulia!
by Jamail Azzaini 

Kamis, 27 Desember 2012

Move On Your Life

Kata atau istilah yang sering muncul di akhir atau awal tahun adalah resolusi. Apakah menulis dan mendeklarasikan resolusi itu jaminan kita bisa move on? Tidak! Untuk bisa move on tidak cukup hanya dengan resolusi, ada empat “on” yang harus dinyalakan dalam diri Anda. Itu adalah vision, action, passion dan colaboration.

Di langit banyak bintang. Diantara bintang ada yang paling terang, itulah vision. Di dalam hidup Anda punya banyak keinginan. Diantara banyak keinginan itu ada yang paling besar yang ingin Anda wujudkan, itulah vision. Temukanlah vision hidup Anda, maka ia akan menjadi bahan bakar dan energi dalam hidup Anda.

Tanpa menemukan visi hidup, Anda akan mengalami kesulitan membuat resolusi tahunan. Atau, kalaupun Anda membuat resolusi tahunan, mungkin hanya sebatas membuat dan mendeklarasikan tapi tanpa energi dan ruh di dalamnya. Akhirnya, Anda hanya semangat di awal tahun namun tanpa hasil yang bisa Anda banggakan di akhir tahun. Dan itu berulang sepanjang tahun.

Sebagai orang yang beriman saya memiliki dua visi, akhirat dan dunia. Di akhirat, saya ingin mendapat syafaat dari kanjeng Nabi Muhammad, bisa mencium dan memeluk seerat-eratnya di surga. Sedangkan untuk kehidupan dunia saya ingin menginspirasi 25 juta orang lebih dan satu juta diantaranya putus dari rantai kemiskinan.

Vision saja tidak cukup, kita juga harus action. Namun sadarilah, waktu yang tersedia di dunia ini sangatlah terbatas maka harus ada skala prioritas dalam melakukan action. Dalam bahasa agama, sibukkan action kita untuk hal-hal yang wajib dan sunnah, kurangi yang mubah dan jauhi yang makruh serta campakkan yang haram.

Dengan memiliki vision yang menantang, maka action Anda pun sangat jelas dan terarah. Action yang tidak berhubungan dengan vision harus Anda jauhi. Anda harus berani berkata “tidak” untuk ajakan action yang menjauhkan diri Anda dari tercapainya vision. Begitupun dalam hidup saya, action yang saya lakukan semua dalam rangka mewujudkan dua vision saya tersebut di atas.

Setiap pagi saya meyakinkan diri bahwa saya pasti sanggup menginspirasi 25 juta orang lebih dan satu juta diantaranya putus dari rantai kemiskinan. Namun setiap pagi saya juga khawatir, pantaskah kelak saya mendapat syafaat dari Nabi? Mungkinkah kelak saya bisa mencium dan memeluk kekasih Allah itu? Ya Allah, jadikanlah setiap action saya mendekatkan pada tercapainya vision yang telah saya tetapkan. Saya kangen berjumpa dengan kekasih-Mu, Muhammad SAW.

Vision dan action yang sejalan memang sudah menghasilkan karya, tetapi kemungkinan besar karya yang dihasilkan biasa saja. Bahkan mungkin hidup yang dijalani pelakunya rutin dan monoton. Lebih parah lagi, orang-orang ini bisa tergolong kelompok P-16: Pergi Pagi, Pulang Petang, Pantat Peot, Pinggang Pegel, Pala Pusing, Penghasilan Pas-pasan, Pas Pensiun Penyakitan.

Action yang cerdas dalam rangka mewujudkan vision adalah action yang sesuai dengan passion. Gabungan vision, action dan passion akan menghasilkan karya berkualitas dan bisa Anda banggakan. Hidup Andapun lebih berenergi, dinamis dan selalu kreatif menciptakan hal-hal baru.

Waktu yang tersedia jauh lebih sedikit dibandingkan peluang kebaikan yang tersebar di muka bumi. Agar menghasilkan karya yang berarti, lakukanlah action yang sesuai passion. Setiap orang pasti punya passion, temukanlah. Passion itu sesuatu yang Anda enjoy banget, asyik banget… Sehingga, Anda rela mengorbankan waktu, tenaga dan dana untuk melatihnya.

Kata guru kehidupan saya, tanda bahwa kita kurang bersyukur kepada-Nya adalah action-action yang kita lakukan sebagian besar tidak sesuai dengan passion yang kita miliki. Ayo, jangan kufur nikmat! Segera temukan passion Anda dan bergeraklah sesuai passion itu.  Hidup cuma sebentar, jangan lakukan action yang tidak Anda nikmati apalagi menyiksa Anda.

Kita adalah makhluk sosial. Move on kita akan bertahan lama dan mengalami percepatan bila kita melakukan collaboration dengan berbagai komponen yang ada. Bergurulah kepada orang yang bisa membantu tercapainya vision Anda. Berguru pula kepada orang yang ahli untuk mengasah passion Anda.

Jangan lupa, bergabunglah dengan komunitas-komunitas yang seirama dengan 3-on Anda sebelumnya. Tanpa kolaborasi, energi Anda akan cepat meredup. Mengapa? Karena sumber energi dan semangat itu datang dari diri sendiri dan juga dari lingkungan pergaulan. Gabungkan dua sumber energi itu agar menjadi kekuatan yang dahsyat.
Ayo, segera move on dengan empat on! Dan, pastikan move on Anda menjadikan hidup lebih berkelas dan bermartabat di dunia dan terus berharap mendapat tempat terhormat di akhirat…
(diambil dari tulisan Trainer Sukses Mulia, Jamil Azzaini)

Minggu, 25 November 2012

Guru Kehidupan


Siapa mengenal dirinya, maka mengenal Tuhannya. Itulah sebuah kata yang sering terngiang di benak kita. Dengan mengenal siapa kita sebenarnya, darimana kita berasal, untuk apa kita di dunia, dan mau kemana setelah dunia, maka tidak ada jawaban memuaskan hati, menentramkan jiwa, dan sesuai fitrah manusia bahwa kita ini adalah mahluk. Dibalik begitu ajaibnya diri kita, keteraturan alam dan planet yang ada, kehidupan yang begitu kompleks, maka manusia harus bergantung pada Sang Khaliq yaitu Allah swt.
Pemahaman inilah yang akan membawa kita pada kesuksesan, bukan hanya dunia tapi akhirat. Pemahaman ini tentu tidak hadir begitu saja. Kemampuan membaca kita, kemampuan nalar kita, tentu tidak tiba-tiba melekat pada kita, butuh usaha, perjuangan dan membutuhkan seorang guru.
Ya, GURU adalah seorang yang telah berjasa kepada kita mengajarkan baca, tulis hitung, dan tentang kehidupan. Guru yang saya maksudkan di sini bukan hanya guru secara formal, tapi guru yang yang mengajarkan kebaikan dan makna kehidupan pada kita. Siapapun dia. Sungguh mulia jasa seorang guru kehidupan. Mereka tidak mengharap balasan jasa dari setiap muridnya, tapi dia bangga jika muridnya pintar dan luar biasa. Guru kehidupan akan selalu tersenyum dan memberikan setiap motivasi pada muridnya, membimbing dan mengarahkan agar muridnya sukses bukan hanya dunia tapi juga akhirat.   
Jika banyak orang telah memuliakan kita, karena telah mengajari dan mendidik kita dengan ilmunya, dengan ikhlas, hingga kita seperti saat ini, maka siapkah kita jika melanjutkan perjuangan mereka? Guru kehidupan kita tak terhitung jumlahnya, dan mungkin diantara mereka ada sudah mulai tua dan meninggalkan dunia ini. Maka tongkat pendidikan, menyelamatkan generasi menjadi generasi yang hebat, generasi yang tangguh, generasi yang mengerti tentang makna hidup harus terus berjalan. Karena pendidikan bagian dari kehidupan adalah investasi masa depan.
Siapkan diri kita menjadi guru kehidupan, yang ikhlas mendidik generasi yang sukses bukan hanya di dunia, tapi juga sukses di akhirat. Selamat menjadi guru kehidupan!
Pamulang, 25 November 2012

Rabu, 07 November 2012

Yuk Asah Gerjaji dulu...

Alkisah, disebuah desa kecil di pinggir hutan, hiduplah seorang yang pekerja yang berprofesi sebagai menebang kayu. Berpuluh kayu sudah ditebang, dan seolah kayu dan gerjajinya adalah teman setianya. Suatu siang sang anak bungsu yang selalu melihat ayahnya bekerja keras terus bertanya;
"Wahai Ayah, mengapa engkau terus bekerja? cobalah istirahat sebentar saja!" Dengan ketus sang ayah menjawab "Tidak! aku harus terus menggerjaji! bukankah pelanggan sudah menunggu? " Sang anak pun mencoba kembali merayu, seraya berkata "Ayah bukankah badan Ayah harus istirahat sebentar, dan gergaji ayah harus diasah? Sang ayah dengan geramnya menjawab ; "Sudah saya bilang saya sibuk menggerjaji, tidak ada waktu untuk mengasah!. Tolong jangan diganggu.

Mungkin fragmen diatas hanya sebuah cerita biasa yang kita sering dengar. Namun ada sebuah pelajaran berarti yang bisa kita ambil, yakni mengenai rutinitas kita sehari-hari baik dalam bekerja maupun berbisnis.
Karena kesibukan kita, kadang kita lupa bahwa gerjaji (kemampuan) kita jarang kita asah.

Hasil kerja hari ini adalah akumulasi dari aktifitas kerja kita kemarin dan masa lalu. Jika kita ingin berubah hasil menjadi lebih baik, maka harus dievaluasi pula gerjaji yang kita pakai. Jika gerjaji yang dipakai sama dengan kemarin, maka bagaimana kita berharap hasilnya lebih baik?
Orang yang tidak mengasah kemampuannya akan melakukan hal yang sama, dan hasil yang didapatkan juga tentu sama, padahal waktu terus berubah! Persaingan usaha dan bisnis terus bertambah.
Maka tidak ada alasan kiranya bagi setiap pengusaha untuk terus mengasah 'gerjaji' kemampuannya, bagi setiap karyawan juga harus terus belajar agar terus berprestasi, setiap siswa terus mengasah kemampuan dalam memecahkan soal, dan setiap guru terus mengasah kemampuan untuk mengajar dengan baik. Sudahkah kita mengasah 'gerjaji' kita hari ini?